rel='shortcut icon'/>

Kamis, 27 Desember 2012

Mengagumi Kisah Cintanya : Tidak Akan Ada Lagi Sosok yang akan Sama Dengannya

Ketika Cinta Habibie dan Ainun Mempesona Bumi

Sejak beberapa hari yang lalu, home facebook ini telah dipenuhi oleh banyak postingan. Mulai dari postingan tentang Palestina yang tetap harus menegakkan hak atas tanahnya hingga postingan tentang cinta yang aku sebut saya dengan percintaan monyet ala anak SMA.

Hal yang menarik perhatianku salah satunya adalah postingan tentang adanya pemutaran Film Habibie dan Ainun yang sekarang telah beredar di bioskop di seluruh Indonesia.

Menarik, ujarku dalam hati. Langsung saja aku menge-klink salah satu link youtube itu dan menonton trailer dari film ini.

Sejenak aku terdiam dan menatap kaku setelah menonton film itu, lalu aku sedikit berfikir kapan aku bisa bertemu dengan sosok itu? *lagi. Laki-laki yang bernama Habibie.

Jumat, 09 November 2012

Dear Bayangan

Dear bayangan
Apa kabar ragamu hari ini?
Apa dia masih mampu tegak berdiri? atau jangan-jangan dia telah terseok-seok hanya untuk sekedar berjalan.

Dear bayangan
Apa senyum itu masih mekar?
Sebab kata rasul, senyum itu adalah sebagian dari ibadah.
Apa intensitas senyum itu masih sama seperti saat engkau mendapatkan hadiah es krim?

Dear pemilik bayangan
Apa tangan itu masih ringan membantu orang lain?
Selayaknya dulu, merangkul mereka yang sendirian.
Bayangan
apa hati itu masih sehatkah dia?
Coba ketuk dia.
apa setiap pintanya sudah sesuai dengan apa yang sebenarnya berlaku.

Tidak Semua orang mendapatkan kesempatan untuk diuji

Iseng memang. aku kembali membuka-buka beberapa note yang telah lama terkubur dalam facebookku. bukan cuma note yang aku bongkar habis, tapi juga beberapa status yang dulu pernah aku posting di facebook.

Awalnya cuma ingin melihat kembali status apa saja yang pernah aku tulis. jangan-jangan selama ini ada status facebook yang di sana aku pernah mengatakan keburukan orang lain atau mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. Atau mungkin, jangan-jangan aku berkeluh kesah dengan tidak mensyukuri rahmat Allah.

Hingga akhirnya, aku menemukan sebuah tulisan yang sudah terkubur jauh disana dan jarang aku membacanya. Seperti tersadarkan oleh seseorang yang bernama Siti Rahmah, yang sepertinya bukan diriku yang sekarang. Alhamdulillah, ternyata aku masih memilki tulisan-tulisan milikku sendiri yang membuatku bahwa rahmat Allah itu terlalu luas.

Semoga bermanfaat. :)

Rabu, 10 Oktober 2012

Dear Ayah

Dear, Ayah..
Sekarang anakmu kini lelah.
Sepertinya sudah cukup.
Dan sebenar lagi, saatnya untuk beristirahat.
:)

Selasa, 02 Oktober 2012

Mencoba menulis puisi tentang Allah dan Rasulullah

Aku selalu kebingungan. Ketika teman-temanku memintaku untuk menuliskan sebuah puisi tentang kecintaanku pada Tuhaku, Allah dan kekasihnya, Rasulullah.

Kenapa??

Jujur, aku bingung. Bukan karena aku tidak bisa. Tapi karena aku tidak mampu melukiskan kata-kata yang tepat untuk tulisan itu, lagi.

Kalau aku katakan, kecintaan pada Allah  seluas lautan. ternyata cintaku sebatas itu, sedangkan rahmat dan karunia Allah swt bahkan tidak pernah mampu untuk di tulis.

kalau aku menuliskan, aku merindukan pertemuan dengan rasulullah. Apa aku sudah pantas bertemu dengannya? laki-laki yang selalu saja tersenyum simpul pada siapa saja. bahkan kepada seseorang yang selalu berkata kasar, memaki bahkan menghinanya.
Ia tetap tersenyum.


Kala hati ini ingin berlari.
merengkuh secercah cahaya milik Kekasih Tuhannya.
Kala derai keheningan malam mulai merayu pelagu syair rindu
Mata hati tidak lagi dapat menerka.

Total Pageviews