1. Pengertian Posttraumatic Growth
Definisi lain tentang posttraumatic growth disampaikan oleh Paton, Voilanti, dan Smith, mereka mengatakan bahwa posttraumatic growth adalah perubahan yang menguntungkan secara signifikan dalam hal kognitif dan emosional yang melampaui tingkat adaptasi sebelumnya, peningkatan fungsi psikologis atau kesadaran akan hidup yang terjadi sebagai akibat dari psikologis trauma yang menantang asumsi sebelumnya ada tentang diri sendiri, orang lain, dan masa depan (Kloep, 2010).
Selain itu Janoff-Bulman menunjukkan beberapa bukti bahwa tanpa adanya perubahan dalam asumsi seseorang tentang kehidupan secara umum maka perubahan positif dalam diri seseorang tidak akan terwujud (Kloep, 2010). Literatur lain oleh Maercker dan Zoellner menunjukkan semakin panjangnya periode posttraumatic growth maka akan memunculkan adanya hasil yang lebih positif dan keberfungsian, artinya adalah semakin korban aktif dalam berdamai dengan peristiwa traumatik yang ada maka akan semakin menghilangkan posttraumatic stress sindrom (Guidici, 2011).
Pengertian lainnya mengenai posttraumatic growth juga disampaikan oleh Calhoun and Tedeschi (2006) adalah suatu konstruksi perubahan psikologis yang positif yang terjadi sebagai hasil dari perjuangan seseorang dengan acara yang sangat menantang, stress, dan trauma. Selain itu, Janoff-Bulman juga (dalam Kloep; 2010) menyatakan bahwa "ini adalah proses dalam diri korban akan menerima dan akhirnya mengubah pengalaman traumatik oleh unsur-unsur positif dalam mengamati korban tersebut”.
2. Aspek-Aspek Posttraumatic Growth
Berikut ini terdapat 3 aspek dari Posttraumatic Growth dari Calhoun dan Tedeschi (Jacob & Kunst, 2010), yaitu :
a. Perubahan
Persepsi Pribadi (Perceived Change in
Self).
Menurut Woodward dan
Joseph (2003), dalam penelitian stress dan trauma menjelaskan bahwa karakter
individu yang lebih positif pasca peristiwa menunjukkan bahwa mereka lebih
percaya diri (self confidence), lokus
pengendalian (locus of control),
optimisme disposional (dispositional
optimism), yang merupakan kecenderungan individu untuk memiliki ekspektasi
positif secara menyeluruh meskipun individu menghadapi kemalangan atau
kesulitan dalam kehidupan (dalam Julianti, 2011).
Selain
itu, Kloep (2010) menyatakan bahwa dalam
membangun pribadi diperlukan peningkatan
kemampuan dalam menangani emosi sendiri,
merasa telah menjadi lebih baik, dan
merasa lebih percaya diri dan
yakin akan dapat menangani krisis dan masalah yang mungkin akan muncul.
b. Peningkatan
Hubungan dengan Orang Lain (A Changed
Sense of Relationship with Others)
Peningkatan
hubungan dengan orang lain umumnya
mengacu pada peningkatan perasaan
mampu mengungkapkan dan berbagi dengan dukungan jaringan seseorang, serta peningkatan perhatian pada kebutuhan orang lain, dan keinginan eksplisit untuk meningkatkan dan memperkuat hubungan (Kloep,
2010)
c. Perubahan
Filosofi Hidup (A Changed Philosophy of
Life)
Perubahan filosofi
dalam hidup dipandang positif oleh responden sebagai salah satu manfaat yang dilaporkan oleh banyak orang yang mengatasi trauma. Perubahan ini terkait dengan
kepercayaan spiritual (Calhoun
& Tedeshi, 1996). Shaw, Yusuf,
dan Linley menunjukkan bahwa keyakinan agama dan spiritual dapat berkembang karena peristiwa traumatik (Kloep, 2010).
Selain
itu, Menurut Calhoun dan Tedeschi (1998),
dibutuhkan pengalaman makna yang
mendalam dan dampaknya bagi
seseorang untuk mempertanyakan asumsi
mereka sebelumnya dipegang sebagai filosofinya.
Selaini itu, seseorang perlu untuk mengadakan penyelidikan
tentang cara-cara baru dan
lebih baik berpotensi untuk mengalami
dunia. Suatu peristiwa traumatik pada satu waktu dapat diubah menjadi suatu peristiwa yang
dianggap sebagai titik balik untuk menjadi lebih baik.
Menurut Tedeschi, Calhoun (2006) terdapat beberapa faktor
dari posttraumatic growth, yaitu :
a. Hubungan
dengan orang lain (relating to others)
Mereka yang mengalami
pengalaman traumatik memiliki kedalaman hubungan dengan orang lain karena
menyadari akan pentingnya hubungan tersebut dan menyadari bahwa hubungan
tersebut dapat berakhir dengan cepat sehingga membuat mereka lebih dekat dan
memberikan kasih sayang. Hal ini dapat berupa kedekatan yang lebih dengan
keluarga atau dengan teman-teman, yang dapat berupa saling berbagi dan berkasih
sayang.
b. Penghargaan
terhadap hidup (appreciation for life)
Pengalaman
traumatik menyebabkan munculnya filosofi hidup baru yang mengubah asumsi dasar
seseorang tentang kehidupan dan arti dari kehidupan.
c. Kekuatan
pribadi (personal strength)
Mereka yang mengalami pengalaman traumatik
menunjukkan adanya kemampuan untuk lebih kuat dan mandiri dalam menjalani
hidup, sehingga tampak bahwa hidup melalui trauma menyediakan banyak informasi
dalam kompetensi mengevaluasi diri dalam kesulitan dengan cara yang tegas
(optimis) dan menghadapinya (coping).
d. Perubahan
agama (spiritual change)
Peningkatan kepercayaan terhadap agama dapat muncul
ketika mereka mencoba memahami peristiwa traumatik. Hal ini juga menunjukkan
adanya penguatan keyakinan dalam agama yang dapat meningkatkan rasa kontrol
diri, kedekatan terhadap agama dan menemukan makna hidup secara agama yang
diyakini.
e. Kemungkinan
baru (new possibilities)
Mereka yang mengalami pengalaman traumatik akan
menjadi lebih menikmati hidupnya dan menjalankan hidup lebih bersemangat dengan
menemukan adanya peran baru dan orang-orang yang baru.
*** Need Reference, please contact me. :)
heii siti rahmah, klo blh tw ada g y buku PTG yg sdh dtrjemahkn k dlm bhs Indonesia?
BalasHapushai Pi Plinti, sejauh yang udah siti dapatkan belum ada bukunya. kebanyakan dari jurnal. :)
Hapushi, mba. saya tertarik untuk mengetahui reference tentang PTG untuk tugas akhir saya. bisa saya tahu jurnal-jurnal apa saja yang di gunakan? terimakasih :)
BalasHapushi, boleh.. emailmu apa?
Hapusaku juga mau dong mba... ini email nya giovannigita@gmail.com
HapusMaaf mba baru balas 😅 khaulah.nabilah@yahoo.com makasih mba sebelumnya. Akan sangat membantu 😊
Hapushallo, saya juga sedang meneliti tentang PTG, kalau boleh minta referensi jurnalnya juga dong :)
Hapushi mbaa saya juga lagi meneliti ttg PTG , boleh minta saran ttg jurnal yang menjadi referen ? terima kasih :)
BalasHapusHai ka, saya sedang membuat tugas akhir (skripsi) kebetulan tentang PTG. Boleh saya mengetahui reference PTG dan jurnal jurnal mengenai PTG yang kakak gunakan? Terimakasih :)
BalasHapusmaaf mau tanya, kalau boleh tau dimana saya bisa mendapatkan buku menenai PTG? sudah cari di berbagai toko buku tidak ada :)
BalasHapusHai semua.. Maaf responnya telat.
BalasHapusBuku tentang PTG sejauh ini belum ada dipasaran, tpai mungkin kalau mau beli via cambrige online dan harganya lumayan hehe..
untuk jurnalnya bisa di cari di ebscho host dengan masukkan nama mereka dan tahunnya, :)
good luck ya.
nanti coba saya carikan dulu jurnalnya dimana, kalau ada akan saya posting di comment lagi.. :)
BalasHapusmau bantu share juga, untuk teman-teman yang sedang mencari buku tentang PTG, buku bisa di dapatkan di www.periplus.com atau datang ke storenya periplus, untuk infor lokasi storenya bisa lihat di web. hanya saja harga yang ditawarkan lumayan tinggi.
BalasHapusKalau boleh ,tolong dijelaskan perbedaan antara PTSD dengan PTG ? Terima kasih
BalasHapusPTSD adalah kondisi yang muncul setelah adnaay kejadian trauma dari sebuah peristiwa, sedangkan PTG adalah kondisi yang muncul setelah peristiwa, namun berkembang dalam durasi yang lebih lama daripada PTSD.
BalasHapus