rel='shortcut icon'/>

Senin, 18 November 2013

Posttraumatic Growth (PTG)


1. Pengertian Posttraumatic Growth
Calhoun, Cann, Tedeschi dan McMillan (2000) mengusulkan bahwa “posttraumatic growth adalah suatu pengalaman individu yang berkaitan dengan perubahan positif yang merupakan hasil signifikan dari usaha dalam menghadapi krisis besar dalam kehidupan”. 

Definisi lain tentang posttraumatic growth disampaikan oleh Paton, Voilanti, dan Smith, mereka mengatakan bahwa posttraumatic growth adalah perubahan yang menguntungkan secara signifikan dalam hal kognitif dan emosional yang melampaui tingkat adaptasi sebelumnya, peningkatan fungsi psikologis atau kesadaran akan hidup yang terjadi sebagai akibat dari psikologis trauma yang menantang asumsi sebelumnya ada tentang diri sendiri, orang lain, dan masa depan (Kloep, 2010).  

Senin, 21 Oktober 2013

Pendidikan Menjadi Ibu



Di dunia ini, Tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana menjadi orang tua. Terlebih tentang bagaimana mendidik anak dan menjadi orang tua yang baik. Ketika kita berbicara tentang orang tua adalah mereka ayah dan ibu. Keduanya memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Namun demikian, Ibu merupakan tokoh yang memberikan pengaruh lebih pada anak. Mulai dari bagaimana seorang ibu memberikan asupan gizi ketika dalam kandungan hingga mendidik anak tersebut.

Ibu Itu Bunda

Ketika aku masih kecil, aku sering kebingungan kenapa ibuku memilih untuk dipanggil Bunda ketimbang sebagai Ibu atau Mamak (red : Mamak = kebiasaan orang Aceh) dalam memanggil orang tua wanita. Maklum saja, waktu itu sebutan bunda masih jarang terdengar diwaktu itu. Namun akhirnya rasa penasaran itupun hilang dan terjawabkan. Kata bunda, nama panggilan itu lebih dekat di hati dan sifatnya tidak hanya bersifat penyayang sebagai orang tua, namun juga bisa menjadi sahabat. Nice. Aku  setuju dengan itu. Hal itu juga senada dengan sebuah lirik lagu Bunda milik Melly Goeslaw,
“Oh bunda, ada dan tiada dirimu ‘kan selalu ada  di dalam hatiku”.

Kamis, 10 Oktober 2013

Psikologi : Mimpi dan Kenyataan

Beberapa waktu yang lalu aku disibukkan oleh mimpi dan hebarnya lagi, mimpi itu berhasil menghipnotis dan memakan beberapa waktuku. Mulai dari makan pagi, nonton film korea, bawa motor ke kampus, bawa motor jalan-jalan, mandi 2 kali sehari, sampai aktifitas sebelum tidur lainnya. Ya.. kalau dengan kata lain, mimpi itu bikin galau. haha.. Alhasil, blog ini terbengkalai sampai beberapa abad karena aku milih gak banyak-banyak curhat, apalagi tentang mimpi.

Tapi, akhirnya aku berfikir kembali (kemarin-kemarin pikirannya di simpan dalam kotak), bahwa aku harus menuntaskan tentang mimpi yang galau itu. haha. Salah satunya adalah dengan menulis (nantikan tulisannya)

Banyak orang yang aku tanyakan perihal mimpi dan kenyataan dan beberapa suggest teman-temanpun mulai aku lakukan. dan akhirnya aku sedikit demi sedikit mengurangi kondisi galau mimpi. haha.

But, aku bukan mau cerita tentang mimpi aku, tapi tentang mimpi, kenyataan dan psikologi mimpi. Oke, ini dia!

Jumat, 16 Agustus 2013

Titip Do'a

"Apa Kabar hati? Apa dia masih sehat?
Untuk sekedar mengingat ada hati-hati lain yang sedang berduka,
Atau mungkin dia sudah beku dan menjadi batu?"


Mesir

Tidak banyak yang saya ketahui tentang negara yang satu ini. Terlebih tentang sejarah maupun masyarakatnya yang saya dengar kini, memiliki rasa tenggang rasa yang tinggi. Pada awalnya saya hanya mengetahui bahwa negeri ini adalah negrinya pada Nabi, yang memiliki banyak kisah Nabi dan Rasul pada masanya, hingga beberapa peninggalannya seperti Piramid, Spinx, dan sebagainya yang mungkin kebanyakan tidak saya ketahui. Hingga akhirnya saya dan dunia dikejutkan oleh revolusi Mesir, lalu duniapun diperkenalkan dengan pemimpin baru mereka, Mohammed Moursi.

Rabu, 14 Agustus 2013

Jenuh: Talk and Holiday

Malam ini sebelum waktu tidur, aku menyempatkan diri untuk sedikit diam dan berfikir di depan cermin. Harapannya sederhana, hanya ingin memastikan apa yang membuatku sedikit tidak jelas belakangan ini.
Hingga pada akhirnya seorang teman SMA-ku dulu yang memberitahukan aku bahwa mungkin aku jenuh.

Sepertinya ia benar, karena belakangan aku sering sekali merasa lelah dan tidak bersemangat untuk melakukan banyak hal. Terlebih semenjak masa-masa setelah praktikum dan deadline laporan dimasukkan.

Kejenuhan itu tentunya bisa terjadi pada semua orang, dan bisa saja menjadi sesuatu yang membahayakan, menurutku. Mengapa? Karena jika kejenuhan itu tidak segera diselesaikan, maka semua tindakan lainnya akan 'keteteran' atau stagnant. Maksudnya adalah tidak adanya memajuan dalam melakukan apapun.

Kamis, 27 Juni 2013

Tanah

Tanah tak bertuan kini telah berlubang.
Lubangnya perlahan-lahan merekah.
Tanpa diminta, dititah, atau dipinang.
Tanahnya mulai menyerah, mencari tahu.
Sebab penggalinya kini tak berwajah.

27 Juni 2013

Berpetualang Meningkatkan Rasa Bahagia


Berlibur ke tempat-tempat wisata kini menjadi pilihan banyak orang untuk melepaskan diri dari kesibukan dan menyegarkan pikiran. Namun, jika Anda ingin rasa bahagia lebih tinggi, pergilah melancong atau berpetualang.

Pengalaman tak terlupakan yang kita dapatkan dari traveling ke tempat-tempat baru ternyata memberikan rasa kepuasan yang lebih besar daripada jika kita berlibur ke tempat mewah atau menonton konser agar orang lain terkesan.

"Ketika seseorang mengeluarkan uang untuk melakukan sesuatu supaya orang lain terkesan, itu akan mengurangi rasa kepuasan," kata Ryan Howell, asisten profesor bidang psikologi dari San Francisco State University.

Howell melakukan survei terhadap 241 orang dan menemukan bahwa mereka yang mengeluarkan uang untuk melakukan pengalaman baru yang sesuai dengan minat merasakan kepuasan lebih. Orang-orang tersebut pada akhirnya akan merasa lebih kompeten dan tidak kesepian.

Kamis, 06 Juni 2013

[Note]

Ketika Allah Swt memisahkan hamba-Nya dengan orang lain. 
Boleh jadi orang tersebut tidak baik untukmu 
atau mungkin, 
Boleh jadi kamu yang tidak baik untuknya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Repost : Keutamaan Menjaga Lisan dan Buah Hasilnya

Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan lisannya (lidah) yang begitu fasih berbicara. Bahkan tak sedikit orang yang belajar khusus agar memiliki kemampuan bicara yang bagus. Lisan memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri.
Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: 

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)

Senin, 18 Maret 2013

Dan Saya Juga Orang Aceh

Perkenalkan

Nama Saya Siti Rahmah, saya lahir di Banda Aceh dan dibesarkan juga di Banda Aceh.
Saya masih ingat, ketika saya di waktu kecil sangat menyukai bermain bersama teman-teman. salah satunya adalah menaiki sebuah pohon yang sangat terkenal di dekat rumah saya, Pohon Jambe Kleng namanya. Kalau saya sudah memanjati pohon itu, kadang saya lupa kalau saya adalah seorang wanita dan teman seperjuangan saya dalam memanjati pohon itu adalah laki-laki semua.

Masih juga segar di kepala saya kalimat dari ibu saya,
"Adek... Aci kalon pue atra di ikeu!", (Adek, coba liat jenis apa di depan?) *red: maaf, maksudnya jenis kelamin.
Itu adalah kalimat yang dikatakan oleh ibu saya ketika saya sedang memanjat pohon di tersebut dan menjadi juara diantara anak-anak lelaki sekitar rumah.

Total Pageviews