rel='shortcut icon'/>

Sabtu, 13 Agustus 2011

Hadis tentang menutup aib saudara muslim

Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Allah akan menyelimuti mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya." (HR Muslim)


1. lebih baik untuk menjaga aib saudara sendiri, daripada membukanya.


2. bila mana teman anda mempunyai kekurangan, hal yang lebih utama dilakukan adalah bicara empat mata, bukan membicarakannya dengan orang lain.


3. diperlukan kebijaksanaan dan usaha agar kita tidak membicarakan kekurangan dan aib pribadi orang lain di hadapan khalayak ramai.


4. orang akan lebih mudah menerima nasihat, bila nasihat itu diberikan dengan cara yang baik.

Really, I Miss Him (Part 2)

Seperti biasa rutinitasku tetap saja kuliah, ngampus lalu kembali disibukkan dengan urusan kecil bersama anak-anak panti. Ya, belakangan setelah menjadi salah satu mahasiswa psikologi di universitas negeri, aku menyulap diriku untuk lebih terlibat dengan dunia anak-anak. Aku mengambil tas ransel hitam yang semakin tua diusianya yang menjelang tahun ke dua dan memakai kembali sebuah sepatu kets warna krem yang sudah mulai sobek di sudut kiri dan kanannya.

Hmm... sepertinya dia sudah minta diganti, ujarku dalam hati.

"Pergi dulu ya, nda.. ", izinku kepada wanita yang usianya tak lagi terbilang muda.

Aku memutuskan untuk menjemput Stella, temanku terlebih dahulu baru kami akan berangkat bersama-sama ke kampus. Ya... maklum saja, rumahku dan rumah dia lebih dekat dan setidaknya kami bisa menghemat ongkos BBM yang semakin melambung di tengah panasnya kota Banda Aceh ini. Aku menghidupkan motor mio kesayanganku dan melaju k rumahnya. hanya butuh melewati beberapa rumah dan sepetak tanah kosong, rumahku dan rumahnya bertemu. Ketika aku sampai di depannya,
"Hei... Delias... aku punya kabar gembira loh.. ", ujar Stella sambil mengambil helm yang aku sodorkan padanya.

"Oh ya? apa itu?",

"Semalam dia sms aku loh... nanyain kabar aku gimana? trus, dia juga bilang kenapa gak bisa ketemu belakangan ini,.... ", Aku sedikit terdiam dan mengigit bibirku dan menaikkan alisku, sambil kemudian menghela nafas panjang. Hingga akhirnya di sepanjang perjalanan aku hanya menemukan temanku tersebut sibuk membicarakan dia dengan semua pembicaraan sms mereka. Aku akhirnya hanya memilih untuk mengeluarkan komentar-komentar kecil dan mendengarkan Stella dengan hati yang dongkol.

*besok disambung lagi ya.. :D

Minggu, 07 Agustus 2011

Really, I Miss Him (Part 1)

"really, i miss you.. Kenapa aja kamu? Kok gak pernah muncul lagi? :(",
hampir saja pesan itu terkirim padanya. Hanya perlu menekan enter dan pesan itu akan sampai padanya.
Ah... tidak, aku malu.. Kataku dalam hati. Kulemparkan badanku di atas tempat tidur dan menutup wajah dengan sebuah bantal, lalu aku menjerit. Sekeras-kerasnya sampai seluruh tubuhku melemas dan suaraku menghilang. Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarku dan itu bunda.

"ada apa? Kenapa?", aku menatapnya sambil sedikit tersenyum.
"gak ada, lagi stress aja, bunda", ujarku sambil duduk di atas tempat tidur dan menatapnya. Lalu aku bangun dan berlari memeluknya.
"nda, adek kangen... ", kataku sambil memeluknya erat lallu bundapun meninggalkan diriku yang masih saja tersenyum-senyum.

*besok sambung ceritanya.. Udah buka.. :D

Rabu, 03 Agustus 2011

Kualitas Persahabatan (Quality of Friendship)


Manusia adalah makhluk sosial yang yang tidak bisa hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain. Melalui adanya kebutuhan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, manusia menjalin hubungan pertemanan bahkan persahabatan (Atoshoki dalam Purwanita, 2010). Persahabatan merupakan hubungan yang membuat dua orang menghabiskan waktu bersama, berinteraksi dengan berbagai situasi, tidak mengikutkan orang lain dalam hubungan tersebut dan saling memberikan dukungan emosional (Baron & Byrne, 2009). Terdapat peningkatan yang dramatis dalam kadar kepentingan secara psikologis dan keakraban antarteman dekat pada masa awal remaja (Santrock, 2008).


Sebuah penelitian menyatakan bahwa sebuah hubungan kualitas persahabatan yang positif memiliki prediktor negatif yang signifikan yaitu resolusi konflik, dan perilaku yang kurang matang (Lansford, Kupersmidt & Coie, 2006).  Konflik adalah fenomena tidak dapat dihindari dalam setiap hubungan dekat (Hartup & Shantz, dalam Parker, 2011).
Selain itu, menurut Berndt (2002) terdapat ciri-ciri persahabatan yang positif dan negatif sebagai kualitas persahabatan (Quality of Friendship). Ciri-ciri yang tinggi Quality of Friendship yang tinggi adalah pembukaan diri (self disclosure), Keakraban (intimacy), self esteem support, kesetiaan (loyality) dan perilaku prososial (prosocial behavior). Sedangkan ciri negatif dari Quality of Friendship adalah persaingan dan konflik (Berndt, 2002)

a. Pengertian Kualitas Persahabatan (Quality of Friendship)

Selasa, 02 Agustus 2011

Story of 'Meugang'


Meugang adalah salah satu tradisi yang ada di Aceh dimana kebiasaan orang aceh untuk membeli daging di hari sebelum puasa ramadhan dilaksanakan. Biasanya daging meugang tersebut kemudian dimasak oleh setiap keluarga di aceh. Tradisi meugang sendiri muncul tidak hanya ketika ramadhan datang, namun juga hadir ketika idul fitri dan idul adha tiba, sehari sebelumnnya.
Bicara soal meugang. Ada hal yang menarik yang pernah berkesan tentangnya. Dulu ketika aku sekolah di MAN Model di Banda Aceh, entah bagaimana jadinya aku menjadi salah satu siswa yang diperbolehkan untuk mengikuti sebuah pelatihan yang selenggarakan oleh lembaga menulis di aceh. Lalu, selama pelatihan tersebut kami diajarkan tentang bagaimana cara membuat sebuah tulisan yang akhirnya kami diminta menuliskan sebuah tulisan tentang gender. Lalu, pada akhirnya akupun menuliskan cerita tentang gender.
Hal yang menarik lainnya selama mengikuti pelatihan tersebut, ada sebuah kisah yang terbalut tentang meugang yang terjadi di sebuah daerah di Aceh dulunya. Ini dia kisahnya:

Total Pageviews