Dia.
Gadis itu cantik. Matanya bulat dan terkadang pipinya menjadi merah merona. Hari itu dia menangis di depanku hingga dapat kurasakan air matanya membasahi kerudungku. Ku dengar sesekali dia memukul-mukul dadanya dengan kepalan tangan kirinya. Kerudungnya yang panjang telah lama basah oleh air matanya.
"Rasa sesak sekali, mbak.. aku ingin menjadi anak yang shalehah, tapi kenapa aku tidak bisa melupakan kejadian itu"



