rel='shortcut icon'/>

Senin, 19 Desember 2011

Kesempurnaan

Tidak ada satu orangpun yang sempurna, baik dari fisik maupun psikisnya. Seseorang yang sempurna dalam hal perangainya, dalam hal cara ia berbicara dan dalam hal keberadaannya. 

Allah memang mengajarkan kita tentang kesempurnaan, memberikan waktu kita untuk mempelajarinya. Dia-lah Allah yang menciptakan seluruh Alam dalam kesempurnaan dan menjadikannya indah dan selalu bermamfaat untuk manusia.

Lalu, saat itulah sebenarnya kita sedang belajar dan menuju kesempurnaan yang hanya salah satu bagian block dari sekumpulan design block.

Aku ingin bercerita tentang orang-orang yang aku temui beberapa saat selama aku berada di sini.

Rabu, 14 Desember 2011

Kalau Kata Rindu Padanya Sampai

kalau kata rindu padanya sampai. mungkin ini bisa membuatku lega.
kalau kata rindu ini membuatnya tenang, mungkin air mata ini tidak akan keluar.

rasanya sesak sekali melihat seorang anak yang tidak perduli pada ayahnya.
rasanya sakit sekali, ketika seorang laik-laki tua masih saja mencari rezeki untuk keluarganya.
rasanya ingin berteriak, ketika mereka dengan mudahnya menulis dan berkata-kata indah untuk ayahnya.

kalau saja kata rindu ini sampai.
ayah, adek rindu sama ayah..
tapi entah mengapa, air mata ini saja yang terus mengalir,
ayah, adek rindu ayah..

Selasa, 29 November 2011

Aceh Cyber City-Psikologi Komunitas

A.   Background of Study
That is one article that was published in Aceh. The article explains about how the process of Banda Aceh become as cyber city. In Aceh, the beginning cyber city is after the tsunami disaster. The number of developments that were undertaken in various sectors make the internet more easily available throughout the province.
In the beginning, the Internet is only in the internet stations which are available in certain places. But then, after the tsunami disaster internet then appeared in offices and

Empati-Martin L. Hoffman


Pengertian Empati- Martin L. Hoffman
Empati diartikan sebagai kemampuan untuk menempatkan diri dalam perasaan atau fikiran orang lain, tanpa secara nyata harus terlibat dalam perasaan atau tanggapan orang itu. (Powell : 1983, Feshbach dan Roe : 1968, Hoffman : 1977)
Dalam perkembangannya, empati sudah ada sejak usia awal, yang ditunjukkan melalui reaksi fasial, kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan pertambahan usia (Levine dan Hoffman, 1975), elaborasi kognisi (Hoffman, 1976). Jika dalam perjalanannya ternyata antara satu orang dengan yang lainnya memiliki perbedaan dalam memberikan atau menerima reaksi empati, hal itu dikarenakan oleh (a) perbedaan jenis kelamin, (b) perbedaan self esteem dan (c) tuntutan keluarga.
Penelitian yang dilakukan oleh Maccoby dan Jacklin (1974) menunjukkan bahwa pada usia awal perkembangan anak laki- laki lebih banyak menunjukkan sikap empati dari pada anak perempuan. Namun demikian, seiring dengan perkembangannya perempuan lebih banyak menunjukkan empati dari pada laki-laki.
“Empathy is the ability to take another’s emotional perspective and to ‘feel with’ that person, or respond emotionally in a similar way” (Berk, 2009).
Selain itu, empati juga diartikan sebagai kemampuan untuk mendalami emosi individu lain, merasai apa yang dirasainya dan kemampuan untuk respon dalam keadaan diri mempunyai perasaan/emosi yang sama seperti individu berkenaan.

Martin L Hoffman

Biografi
Martin L. Hoffman merupakan seorang Profesor Psikologi di Amerika dan Profesor Emeritus Perkembangan Psikologi dan Klinikal di Universiti New York. Hoffman mendapat pengajian ijazah pertama di dalam bidang kejuruteraan elektrik di Universiti Purdue pada tahun 1945. Beliau kemudiannya memperoleh Ijazah Sarjana Psikologi di Universiti Michigan pada tahun 1947 dan mendapat Doktor Falsafah Psikologi Sosial di universiti yang sama pada tahun 1951. Pada tahun 1960-an, beliau telah menjadi editor Jurnal Perkembangan Psikologi dan menyelia penukaran daripada surat berita kepada jurnal akademik. Beliau juga merupakan ahli di dalam Persatuan Amerika untuk Kemajuan Sains dan Persatuan Psikologi Amerika.
Hasil kajian beliau sebahagian besarnya mempunyai kaitan dengan perkembangan empati dan hubungannya dengan perkembangan moral. Kajian beliau juga turut menyentuh mengenai bidang-bidang seperti empati, simpati, perasaan bersalah dan perasaan keadilan. Beliau  telah mengemukakan teori berkaitan dengan empati yang melibatkan aspek perasaan moral. Teori ini bukan sahaja melihat kepada aspek keputusan, penaakulan dan tingkah laku moral tetapi juga melibatkan perasaan dan emosi seseorang.
Hoffman juga ada menerangkan perlakuan sosial iaitu perlakuan yang biasanya akan dilakukan oleh seseorang mempunyai sikap empati di dalam diri. Perlakuan sosial dan empati amat berkait rapat dalam perkembangan moral seseorang individu.


Total Pageviews