rel='shortcut icon'/>

Selasa, 10 Mei 2011

this way


Belakangan ini kuliahku bertambah banyak menyita waktu bahkan 3/4 dari waktu yang aku miliki tersita dengan tugas kampus dan kuliahnya. tak hanya itu memang, ada juga praktikum dan praktikum yang terus bertumpang-tindih di dalam studiku. Awalnya mungkin dimulai dengna beberapa praktikum  yang diawali dengan ronde pertama berupa alat tes SSCT, grafis dan WARTEGG. Kemudian selang dua minggu dihadapkan dengan praktikum ronde kedua dengan alat tes EPPS, RMIB, SOV, BDI, NSQ dan PAPIKOSTIK. Sedikit menghela nafas terlebih jika harus dihadapkand engna interpretasinya yang juga diminta dinamika kepribadian klien.
Ternyata, belum selesai sampai di situ saja. Selang seminggu aku diminta untuk berhadapan dengan UTS (ujian tengah semester) yang juga membuat aku sedikit harus tertetih karena sulit sekali membuat isi pikiran ini menjadi fokus dan terisi oleh jutaan informasi yang ada.
Ya.. Setelah semua itu berakhir, sekarang aku harus berhadapan dengan tugas-tugas kampus yang semakin riang dengan agenda mengunjungi sekolah, paud, dan mungkina akan berkunjung ke SLB (sekolah luar biasa) plus dengan tugas kampus yang kecil-kecil seperti makalah dan jurnal hingga akhirnya aku sampai juga dengan ronde ke tiga dari praktikum kami, yaitu RORSCHACH. Blok tinta. Warna-warni dan penuh dengan interpretasi yang bersifat personal. Sedikit memusingkan memang. Dan kini siap-siap untuk menghadapi dua ronde lagi praktikum di kampusku, yaitu TAT dan Cat. Setelah itu, berhadapan dengan ujian akhir.
Lalu, apa?! Ya.. aku hanya mengatakan bahwa inilah kuliah.
Anyway... Kuliah hanyalah sebuah bagian kecil dari kehidupan yang harus aku hadapi karena organisasi PEMA juga membuatku harus sedikit tersita dan menarik nafas dengan menegakkan badan untuk menampung sesuatu. Tentu saja, PEMA masih tetap memiliki berjibun agenda acaranya meskipun aku tahu penghuninya adlah orang-orang yag kemungkinan memiliki kesibukan melebihi diriku. Divisiku sebentar lagi akan mengadakan sebuah acara besar, Unsyiah Fair 8 dengan begitu banyak agendanya. Ya, aku berharap dapat memberikan kotribusi pada acara ini dan menjadikan acara-acaranya sukses dan berkesan bagi semua orang.
Ada hal lain pula yang muncul kemudian yang sebenarnya aku sendiri bingung kenapa aku yang dipilih untuk mengajar di sebuah pengajian. ya.. tak apalah.. setidaknya sedikit mengurangi kelelahan psikis ini dengan kondisi kampus dan rumah dan mendengarkan celotehan “pemegang zaman nanti”.
Lalu, bagaimana dengan rumahku?! Ingin tertawa tapi tak tahu apa yang harus ditertawakan, atau harus menangis tapi tak tahu apa yang membuat sedih. Sedikit membingungkan memang. Mungkin ini yang disebut-sebut dengan kondisi numbness dalam psikologi. Di rumah tidak ada lagi yang bisa aku marahi sehingga membuatku harus menangis atau membuatku harus tertawa lepas karena tingkah laku. Keluh kesahku menjadi hanya sebuah tulisan-tulisan ‘sampah’ dibeberapa blog, buku tulis dan do’a dalam shalatku. Kalaupun aku harus menceritakan kepada orang lain tentang diriku maka kemungkinan terbesar mereka akan semakin bosan denganku. Ya... aku memiliki sedikit ketakutan tentang ‘keluh kesahmu sama dengan negatif thinking yang kau punya’, berhubung pernah bersangkut paut dengan itu. Terlebih jika yang aku ceritakan adalah hal-hal yang kecil dan terlalu sering aku rasakan.  Hingga akhirnya... salah satunya muncul tulisan ‘sampah’ ini.
Lalu, kenapa aku membuat tulisan ini? Hanya ingin berkata bahwa Aku lelah dengan topeng ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Pageviews