rel='shortcut icon'/>

Minggu, 28 Agustus 2011

Buka Puasa ala Anak Yatim.. :D (part 2)

Assalamu'alaikum... :D
Selamat pagi semuanya. Semoga selalu dalam lindungan Allah. Amin ya rabb.

Nah, setelah selesai membuat part 1, dengan judul yang sama. maka inilah saatnya aku akan membuat cerita lanjutannya. sedikit bercerita efek dari hari dimana aku membuat cerita sebelumnya. Aku telat pergi untuk wawancara, namun syukur Alhamdulillah, ternyata pewawancaranya juga telat. jadi aku tidak jadi telat.

pelajaran tambahan : Telat boleh aja, tapi pastikan dulu orang yang lain juga telat datang.. (ajaran sesat.. :D)

Ok, lanjutt....
Setelah mendengar berita yang mengiurkan dari dek tah, akupun bergegas mempersiapkan diri untuk pergi. lalu menghidupkan teman sejati aku kemana saja, si Mio. Si Mio yang telah berkelana bersama aku kemana saja, hingga mencapai petualangan di Sabang yang mencekam, mengerikan sekaligus yang mempesona (uhuk..).
Selama dalam perjalanan, akupun mulai melirik ke kiri dan ke kanan, mencari tahu TKP. hingga akhirnya aku dan dek itah menemukan TKP-nya. namun ada yang aneh di sana, hanya terdapat sekitar 5 hingga 10 orang bapak-bapak yang berkeliaran di bawah tenda hijau (wow.. serba hijau ya. makin hijau aku.. hihi). lalu terjadilah percakapan antara aku dan dek tah di atas Mio yang terus melaju jalan.

aku : eh, dek tah... gak ada anak yatimnya kok? apa kakak salah dengar tempatnya ya?
dek tah : eh, iya kak... gak ada orang. gak tahu itah, kan kakak yang di bilang, gimana lu?!
aku : iya ya.. trus, kita kemana? pulang aja yok?
dek tah : terserah kakak aja.. atau kita ke mesjid dulu..
aku : oh iya ya.. yok, kita ke mesjid dulu.

kamipun memutuskan untuk menuju mesjid yang tak lain, begitu dekat dengan rumah kami (hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah). sesampai di sana, yang kami temukan hanya angin yang berdesir lembut tanpa ada SEORANG pun. ya sudahlah... kami putar balik ke TKP lagi. (ya nasib... pulang di rumah enak lagi..mana dah jam 6 lewat)

Pelajaran ke 6 : dengarkan baik-baik informasi yang ada, agar anda tidak menjadi gasing seperti aku.. :D

tanpa turun dari kereta kamipun melewati TKP kembali. tiba-tiba ada seorang wanita yang melambaikan tangannya ke arah kami.

Buka Puasa ala Anak Yatim.. :D (part 1)

Oke, mungkin note ini punya judul yang tidak nyambung dengan tulisan yang ada di dalamnya. tapi ya sudahlah.. kebetulan ada angin yang meminta aku untuk menceritakan kejadian yang terjadi kemarin di sebuah rumah makan.

Awalnya, layaknya seorang mahasiswa yang bernasib kurang beruntung. akupun mencoba peruntungan dengan hendak melemparkan beasiswa ke sebuah perusahaan yang kebetulan memiliki persyaratan untuk memiliki surat 'kaya' (edit dikit ya.. :D). alhasil, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kantor keuchik yang sangat jarang aku pergi  berhubung biasanya ayah yang membuatkan surat itu jika aku ingin mengikuti beasiswa.

pelajaran ke-1: Bersyukurlah jika anda mempunyai ayah,minimal anda tidak perlu ke kantor keuchik... :D

Kamis, 25 Agustus 2011

Ingin Berhenti

Mereka menyebutnya sebagai sesuatu yang berpura-pura. Seperti :
Berpura-pura baik,
Berpura-pura pintar,
Berpura-pura peduli,
Berpura-pura bijak,
berpura-pura senang.

Selasa, 23 Agustus 2011

Mencintai dalam Diam Versi-ku

Yes, akhirnya aku bisa jua menceritakan cerita yang belakangan sering mampir di telingaku. ya.. awalnya aku tak ingin membaginya, tapi ada yang mengelitik di kepalaku dan kemudia aku ingin sekali membaginya dengan orang lain. setelah sebelumnya meminta izin pada orang yang mengalami peristiwanya. ^^v

Sebut saja namanya A. yang belakangan sering sekali bersamaku dan melewati hari-hari gila bersamaku. hehe...
Awalnya, mulai dari tragedi penurunan motivasi hidup dan pembelajaran setelah ayah pergi hingga kasus-kasu lainnya, teman, praktikum, gila final, gila film korea (yipiyy... >_<), plus melarikan diri dari stress selepas final ke tempat tak terjamah olehnya sebelumnya. yaya, aku berhasil membawa lari anak perempuan punya ayah ma ibu, (maaf ya, pak.. buk.. anaknya saya bawa lari)

Eits.. bukan itu aja, aku dan A belakangan ujung-ujungnya sering curhat-curhatan, hingga akhirnya dia mengaku telah mengalami cinta dalam diam. :D

Wah, wah.. seperti dalam film saja, mendengar kata-katanya. cie... di tambah lagi dengan gaya dan gerakannya yang sedikit mulai melebay.. hihi..

Nah, akhirnya aku memiliki sedikit tulisan tentang itu mencintai dalam diam. let's cekidot.. :D


********

Mencintaimu dalam diam. tanpa suara dan tanpa nada. aku hampir melupakan waktuku tertidur dan terjaga bahkan lupa menghitung hari yang telah terlalui.

Mencintai membuatku hampir gila. bahkan juga sesekali mengasihani dirimu dan diriku. aku mengasihani diriku yang terus tersita dengan bayang-bayang wajahmu dan senyummu, meskipun tak tahu itu untukku atau tidak. aku mengasihani dirimu yang terus saya berlari-lari dan seperti memutaskan film panjang di dalam kepalaku, tidak lelahkah dirimu?


Really, I Miss Him (Part 3)

Ahhhh... Terik sekali kota ini, sepertinya kulitku akan berubah hitam jika aku seharian berteduh di bawah matahari. 

Ya.. kampus tercinta dan menjadi 'jantung hati'-nya masyarakat Aceh. Entah siapa yang awalnya mengabarkan istilah itu, tapi yang pasti aku hanya menemukannya di sebuah kelender akademik yang dibagikan setiap semester ganjil.  Aku menutup buku cacatanku selepas kuliah yang sedikit membuat keningku berkerut dengan berbagai macam istilah dan teoritis yang membuatku menggila. Mata kuliah prinsip-prinsip manajemen. Jujur saja, aku sering tertidur dan menguap pada mata kuliah ini, dengan sesekali memijit-mijit keningku. Kulirik jam tangan coklat pemberian kakakku yang menunjukkan saatnya matahari tersenyum gembira dan mencari Stella di ruangan. Takut-takut ia sudah melarikan diri duluan meninggalkan aku. namun ternyata, dia tetap berada di ruangan kelas sambil berbicara dengan riang bersama teman-teman yang lain.

"Yuk.. aku mau pulang", ujarku sambil meletakkan tas ke bahu dan mengengam kunci mio di tanganku. Aku sedang tidak tertarik membicarakan apapun dengan yang lainnya. Well, sepertinya mood-ku senang tidur.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Hadis tentang menutup aib saudara muslim

Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Allah akan menyelimuti mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya." (HR Muslim)


1. lebih baik untuk menjaga aib saudara sendiri, daripada membukanya.


2. bila mana teman anda mempunyai kekurangan, hal yang lebih utama dilakukan adalah bicara empat mata, bukan membicarakannya dengan orang lain.


3. diperlukan kebijaksanaan dan usaha agar kita tidak membicarakan kekurangan dan aib pribadi orang lain di hadapan khalayak ramai.


4. orang akan lebih mudah menerima nasihat, bila nasihat itu diberikan dengan cara yang baik.

Really, I Miss Him (Part 2)

Seperti biasa rutinitasku tetap saja kuliah, ngampus lalu kembali disibukkan dengan urusan kecil bersama anak-anak panti. Ya, belakangan setelah menjadi salah satu mahasiswa psikologi di universitas negeri, aku menyulap diriku untuk lebih terlibat dengan dunia anak-anak. Aku mengambil tas ransel hitam yang semakin tua diusianya yang menjelang tahun ke dua dan memakai kembali sebuah sepatu kets warna krem yang sudah mulai sobek di sudut kiri dan kanannya.

Hmm... sepertinya dia sudah minta diganti, ujarku dalam hati.

"Pergi dulu ya, nda.. ", izinku kepada wanita yang usianya tak lagi terbilang muda.

Aku memutuskan untuk menjemput Stella, temanku terlebih dahulu baru kami akan berangkat bersama-sama ke kampus. Ya... maklum saja, rumahku dan rumah dia lebih dekat dan setidaknya kami bisa menghemat ongkos BBM yang semakin melambung di tengah panasnya kota Banda Aceh ini. Aku menghidupkan motor mio kesayanganku dan melaju k rumahnya. hanya butuh melewati beberapa rumah dan sepetak tanah kosong, rumahku dan rumahnya bertemu. Ketika aku sampai di depannya,
"Hei... Delias... aku punya kabar gembira loh.. ", ujar Stella sambil mengambil helm yang aku sodorkan padanya.

"Oh ya? apa itu?",

"Semalam dia sms aku loh... nanyain kabar aku gimana? trus, dia juga bilang kenapa gak bisa ketemu belakangan ini,.... ", Aku sedikit terdiam dan mengigit bibirku dan menaikkan alisku, sambil kemudian menghela nafas panjang. Hingga akhirnya di sepanjang perjalanan aku hanya menemukan temanku tersebut sibuk membicarakan dia dengan semua pembicaraan sms mereka. Aku akhirnya hanya memilih untuk mengeluarkan komentar-komentar kecil dan mendengarkan Stella dengan hati yang dongkol.

*besok disambung lagi ya.. :D

Minggu, 07 Agustus 2011

Really, I Miss Him (Part 1)

"really, i miss you.. Kenapa aja kamu? Kok gak pernah muncul lagi? :(",
hampir saja pesan itu terkirim padanya. Hanya perlu menekan enter dan pesan itu akan sampai padanya.
Ah... tidak, aku malu.. Kataku dalam hati. Kulemparkan badanku di atas tempat tidur dan menutup wajah dengan sebuah bantal, lalu aku menjerit. Sekeras-kerasnya sampai seluruh tubuhku melemas dan suaraku menghilang. Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarku dan itu bunda.

"ada apa? Kenapa?", aku menatapnya sambil sedikit tersenyum.
"gak ada, lagi stress aja, bunda", ujarku sambil duduk di atas tempat tidur dan menatapnya. Lalu aku bangun dan berlari memeluknya.
"nda, adek kangen... ", kataku sambil memeluknya erat lallu bundapun meninggalkan diriku yang masih saja tersenyum-senyum.

*besok sambung ceritanya.. Udah buka.. :D

Rabu, 03 Agustus 2011

Kualitas Persahabatan (Quality of Friendship)


Manusia adalah makhluk sosial yang yang tidak bisa hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain. Melalui adanya kebutuhan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, manusia menjalin hubungan pertemanan bahkan persahabatan (Atoshoki dalam Purwanita, 2010). Persahabatan merupakan hubungan yang membuat dua orang menghabiskan waktu bersama, berinteraksi dengan berbagai situasi, tidak mengikutkan orang lain dalam hubungan tersebut dan saling memberikan dukungan emosional (Baron & Byrne, 2009). Terdapat peningkatan yang dramatis dalam kadar kepentingan secara psikologis dan keakraban antarteman dekat pada masa awal remaja (Santrock, 2008).


Sebuah penelitian menyatakan bahwa sebuah hubungan kualitas persahabatan yang positif memiliki prediktor negatif yang signifikan yaitu resolusi konflik, dan perilaku yang kurang matang (Lansford, Kupersmidt & Coie, 2006).  Konflik adalah fenomena tidak dapat dihindari dalam setiap hubungan dekat (Hartup & Shantz, dalam Parker, 2011).
Selain itu, menurut Berndt (2002) terdapat ciri-ciri persahabatan yang positif dan negatif sebagai kualitas persahabatan (Quality of Friendship). Ciri-ciri yang tinggi Quality of Friendship yang tinggi adalah pembukaan diri (self disclosure), Keakraban (intimacy), self esteem support, kesetiaan (loyality) dan perilaku prososial (prosocial behavior). Sedangkan ciri negatif dari Quality of Friendship adalah persaingan dan konflik (Berndt, 2002)

a. Pengertian Kualitas Persahabatan (Quality of Friendship)

Selasa, 02 Agustus 2011

Story of 'Meugang'


Meugang adalah salah satu tradisi yang ada di Aceh dimana kebiasaan orang aceh untuk membeli daging di hari sebelum puasa ramadhan dilaksanakan. Biasanya daging meugang tersebut kemudian dimasak oleh setiap keluarga di aceh. Tradisi meugang sendiri muncul tidak hanya ketika ramadhan datang, namun juga hadir ketika idul fitri dan idul adha tiba, sehari sebelumnnya.
Bicara soal meugang. Ada hal yang menarik yang pernah berkesan tentangnya. Dulu ketika aku sekolah di MAN Model di Banda Aceh, entah bagaimana jadinya aku menjadi salah satu siswa yang diperbolehkan untuk mengikuti sebuah pelatihan yang selenggarakan oleh lembaga menulis di aceh. Lalu, selama pelatihan tersebut kami diajarkan tentang bagaimana cara membuat sebuah tulisan yang akhirnya kami diminta menuliskan sebuah tulisan tentang gender. Lalu, pada akhirnya akupun menuliskan cerita tentang gender.
Hal yang menarik lainnya selama mengikuti pelatihan tersebut, ada sebuah kisah yang terbalut tentang meugang yang terjadi di sebuah daerah di Aceh dulunya. Ini dia kisahnya:

Total Pageviews